Memulai Trading dengan Analisis Fundamental, Masuk dan Keluar Pasar dengan Analisis Teknikal
Apakah Anda melakukan trading berdasarkan aspek fundamental atau teknikal? Ini adalah pertanyaan yang sering diperdebatkan dalam trading forex selama beberapa dekade dan mungkin akan terus diperdebatkan sampai beberapa dekade yang akan datang.
Analisis Teknikal vs Analisis Fundamental
Analisis teknikal didasari prediksi masa yang akan datang menggunakan pergerakan harga pada masa lalu, juga dikenal sebagai price action (analisis teknikal dan pola grafik untuk menemukan pola dalam pergerakan harga yang terlihat acak). Di sisi lain analisis fundamental menggabungkan berita ekonomi dan politik untuk menentukan nilai pasangan mata uang di masa depan.
Pertanyaan mana yang lebih baik antara analisis teknikal dengan analisis fundamental sulit untuk dijawab. Aspek fundamental cepat sekali mengubah pandangan yang terbentuk dari faktor dan analisis teknikal. Sedangkan, aspek teknikal dapat menjelaskan pergerakan harga yang tidak bisa dijelaskan oleh aspek fundamental.
Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal secara berdampingan. Kedua aspek tersebut sangat penting dan memiliki andil dalam mempengaruhi pergerakan harga. Bagaimanapun kunci yang sebenarnya dalam trading forex ialah memahami kelebihan dari masing-masing aspek dan analisis serta mengetahui kapan menggunakannya dalam trading forex.
Fundamental sangat bagus dalam mengetahui motif atau tema yang luas pada pasar, sedangkan dari segi teknikal lebih tepat digunakan dalam mengidentifikasi waktu dan tingkat saat memasuki pasar. Aspek fundamental tidak berubah dalam waktu yang cepat, motif atau tema fundamental pada pasar mata uang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun.
Gunakan analisis fundamental dan analisis teknikal dalam beraksi di pasar
Sebagai contoh, salah satu cerita terbesar pada tahun 2005 adalah ketika Bank Central Amerika Serikat The Fed melakukan pengetatan suku bunga secara agresif. Di pertengahan tahun 2004, The Fed mulai menaikkan suku bunga secara bertahap sebesar 0,25 poin. The Fed membiarkan pasar tahu lebih awal bahwa kenaikan suku bunga tersebut akan terjadi pada jangka waktu yang panjang, dan seperti yang dijanjikan menaikkan suku bunga sebesar 200 poin di 2005. Kebijakan ini menciptakan lingkungan kenaikan dollar yang sangat ekstrim pada pasar dan berlangsung sepanjang tahun.
Terhadap yen Jepang (bank sentral Jepang mempertahankan suku bunga yang stabil sebesar nol sepanjang tahun 2005), dolar naik 19% dari titik terendah ke titik tertinggi. USD / JPY berada pada posisi uptrend yang kuat sepanjang tahun, namun, terjadi banyak retraces. Kemunduran ini merupakan kesempatan yang tepat bagi para trader untuk memasuki pasar pada saat yang tepat dengan mengkombinasikan analisis fundamental dan teknikal.
Secara fundamental, sangat jelas bahwa pasar berada pada lingkungan yang sangat positif terhadap dolar. Oleh karena itu, secara teknikal terdapat peluang untuk membeli pada dips daripada menjualnya. Contoh yang tepat adalah ketika terjadi rally dari 101.70 ke 113.70. Retracement berhenti tepat pada fibonacci sebesar 38,22%, yang menjadi titik masuk yang baik dan menjadi contoh yang jelas dari sebuah trading berdasarkan analisis fundamental dan masuk keluar pasar menggunakan aspek dan analisis teknikal.
Dalam perdagangan USD / JPY, mencoba untuk memilih titik tertinggi (tops) atau titik terendah (bottoms) pada saat itu akan sangat sulit. Namun, dengan tren bull (tren kenaikan) yang sangat dominan, cara yang lebih mudah dan lebih tepat dalam trading adalah dengan melihat peluang teknikal untuk beraksi dalam tema fundamental dan melakukan trading dengan mengikuti tren pada pasar daripada mencoba melawan tren.
Komentar
Posting Komentar